Doa Pembuka Rezki Agar Rezki Lancar, Lengkap Dengan Audio, Arab, Latin dan Artinya.

By | August 3, 2021
Share artikel ini

Semua makhluk hidup yang diciptakan oleh Allah, khususnya manusia, masing-masing sudah mempunyai rezkinya, rezki yang telah diatur dan dijatah masing-masing oleh Allah. Ini adalah paham/prinsip yang harus kita pahami dan harus ada di dalam benak kita. Prinsip ini sesuai dengan firman Allah :

۞ وَلَوْ بَسَطَ اللّٰهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهٖ لَبَغَوْا فِى الْاَرْضِ وَلٰكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَّا يَشَاۤءُ ۗاِنَّهٗ بِعِبَادِهٖ خَبِيْرٌۢ بَصِيْرٌ – ٢٧

Artinya :

Dan sekiranya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya niscaya mereka akan berbuat melampaui batas di bumi, tetapi Dia menurunkan dengan ukuran yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Maha teliti terhadap (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat. (Asy-Syura : 27)

Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan hal yang sama tentang prinsip ini kepada umatnya.

Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya :

Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian tidak akan mati sampai sempurna jatah rezekinya, karena itu jangan kalian merasa rezkinya terhambat, dan bertakwalah kepada Allah wahai sekalian manusia, carilah rezki dengan baik, ambil yang halal dan tinggalkan yang haram ( HR Baihaqi).

Dengan pemahaman tentang prinsip rezki seperti  ini, maka akan memudahkan untuk membangun rasa tawakkal agar tidak menjadi orang yang gampang berputus asa karena disebabkan oleh rezki yang tidak lancar. Oleh karena itu, apapun yang terjadi dengan rezki yang tidak lancar, menyebabkan melakukan perbuatan pelanggaran syariat.

Islam mengajarkan kita beberapa amalan dan doa agar rezki menjadi lancar, yaitu :

Memperbanyak mengucapkan Istighfar, memohon ampun atas dosa-dosa yang pernah dilakukan. Dalam Surat Nuh (71) Allah mengutarakan wasiat yang disampaikan Nabi Nuh AS kepada umatnya :

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًاۙ – ١٠

maka aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun,

71:11

يُّرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًاۙ – ١١

niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu,

71:12

وَّيُمْدِدْكُمْ بِاَمْوَالٍ وَّبَنِيْنَ وَيَجْعَلْ لَّكُمْ جَنّٰتٍ وَّيَجْعَلْ لَّكُمْ اَنْهٰرًاۗ – ١٢

dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.”

Ada kisah dari Hasan Al-Bashri yang memperlihatkan bagaimana manfaat dari beristigfar. Ada orang yang melaporkan kepada Hasan tentang musim paceklik yang terjadi.lalu Hasan menasehatkan untuk beristighfar mohon ampun kepada Allah. Kemudian orang lain melaporkan juga kepada beliau tentang kemiskinannya. Lalu Hasan menasehatkan juga untuk beristighfar mohon ampun kepada Allah. Kemudian orang lain melaporkan juga tentang kekeringan pada kebunnya.  Lalu Hasan menasehatkan juga untuk beristighfar mohon ampun kepada Allah. Kemudian orang lain juga melaporkan kepada beliau karena belum mempunyai anak. .  Lalu Hasan menasehatkan juga untuk beristighfar mohon ampun kepada Allah. Kemudian setelah itu Hasan Al-Bashri membacakan Surat Nuh di atas.

Beberapa Doa memohon diberi kelancaran Rezki

a. Berlindung dari kefakiran.

Dari Abu Hurairah RA. Nabi berdoa :

اللّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْفَقْرِ، وَالْقِلَّةِ، وَالذِّلَّةِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ أَظْلِمَ أو أُظْلَمَ

Allahumma inni a’udzubika minal faqri  wal qillati wazzillati, wa a’udzubika min an adzlima au udzlama.

”Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kefakiran, kekafiran, kekurangan, dan kehinaan dan aku berlindung kepada-Mu dari (kondisi) didzalimi dan mendzalimi orang lain.”

b.  Doa agar semua utang dilunasi dan dihindarkan dari kefakiran.

Nabi menyarankan apabila kita akan tidur, dianjurkan miring ke kanan kemudian membaca doa :

اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَاْلإِنْجِيْلِ وَالْفُرْقَانِ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ. اَللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ اْلآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ، اِقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ

Allahumma robbas-samaawaatis sab’i wa robbal ‘arsyil ‘azhiim, robbanaa wa robba kulli syai-in, faaliqol habbi wan-nawaa wa munzilat-tawrooti wal injiil wal furqoon. A’udzu bika min syarri kulli syai-in anta aakhidzum binaa-shiyatih. Allahumma antal awwalu falaysa qoblaka syai-un wa antal aakhiru falaysa ba’daka syai-un, wa antazh zhoohiru fa laysa fawqoka syai-un, wa antal baathinu falaysa duunaka syai-un, iqdhi ‘annad-dainaa wa aghninaa minal faqri.

Artinya:

“Ya Allah, Rabb yang menguasai langit yang tujuh, Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu. Rabb yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Rabb yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (Al-Qur’an). Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya (semua makhluk atas kuasa Allah). Ya Allah, Engkau-lah yang awal, sebelum-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang terakhir, setelahMu tidak ada sesuatu. Engkau-lah yang lahir, tidak ada sesuatu di atasMu. Engkau-lah yang Batin, tidak ada sesuatu yang luput dari-Mu. Lunasilah utang kami dan berilah kami kekayaan (kecukupan) hingga terlepas dari kefakiran.” (HR. Muslim no. 2713)

c. Berlindung dari terlilit hutang dan kedzaliman manusia.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ
الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ


Allahumma innii a’udzubika minal hammi wal-hazani, wa a’udzubika minal ‘ajzi wal-kasali, wa a’udzubika minal jubni wal-bukhli, wa a’udzubika min gholabatid-daini wa qohrir-rijaali”

 

Artinya:

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan. Aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan. Aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir. Aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan kesewenang-wenangan manusia).  (HR. Abu Dawud)

d. Doa mohon Rezki yang halal

Doa ini dibaca setelah selesai salam shalat Subuh.
Nabi Muhammad SAW membaca doa ini setelah salam Shalat Subuh

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلً


Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (HR. Ibnu Majah, no. 925 dan Ahmad 6: 305, 322. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

e. Memohon kecukupan dengan yang halal

Dari Hadist Ali bin Abi Thalib RA Nabi Muhammad SAW pernah mengajarkan doa berikut :

اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ


Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak.

Artinya: “Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” (HR. Tirmidzi no. 3563)

 

f. Memohon harta yang diberkahi

Nabi Muhammad SAW pernah mendoakan sahabat Anas bin Malik RA dengan doa ini :

اللَّهُمَّ أكْثِرْ مَالِي، وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أعْطَيْتَنِي وَأطِلْ حَيَاتِي عَلَى طَاعَتِكَ، وَأحْسِنْ عَمَلِي وَاغْفِرْ لِي


Allahumma ak-tsir maalii wa waladii, wa baarik lii fiimaa a’thoitanii wa athil hayaatii ‘ala tho’atik wa ahsin ‘amalii wagh-fir lii.

Artinya:

“Ya Allah perbanyaklah harta dan anakku serta berkahilah karunia yang Engkau beri. Panjangkanlah umurku dalam ketaatan pada-Mu dan baguskanlah amalku serta ampunilah dosa-dosaku.”(HR. Bukhari)

g. Meminta Rezki ketika Shalat

Dari Ibnu Abbas RA, ketika duduk antara dua sujud, Nabi SAW membaca doa

رب اغْفِرلي وَارْحَمْنِى واجبرني وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِى وَاهْدِنِى وَعَافِنِى وَاعْفُ عَنِّى


Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu ‘annii.

Artinya: “Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, perbaikilah keadaanku, tinggikanlah derajatku, berilah rezeki dan petunjuk untukku”(HR Ahmad)

Semoga dengan doa-doa di atas dibarengi dengan ikhtiar Rezki kita lancar dan diberkahi, begitupula semoga dosa-dosa kita diampuni. Aamiin YRA.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *