Operating System ( OS ) yang Dipakai pada HP Android

By | March 24, 2021
Share artikel ini

Mungkin kita adalah salah satu pengguna HP Android. Tetapi tahukah kita, agar HP android ini bisa beroperasi maka dibutuhkan suatu Oprtating System (OS) agar komponen-komponen yang ada di HP bisa bekerja dan bersinergi dengan baik.

OS Android adalah sistem operasi berbasis Linux dan merupakan OS yang banyak dipakai oleh banyak orang di Indonesia. Pemakainya mungkin lebih banyak daripada pengguna OS Windows.

OS Android sistem operasinya bersifat terbuka ( open source). Dengan sistem operasi yang bersifat open source ini, memungkinkan pihak lain untuk melakukan perubahan atau custom. Oleh karena itu, OS Android memiliki beberapa tampilan User Interface (UI)  yang berbeda-beda.

Beberapa User Interface yang terkenal diantaranya Xiaomi dengan MIUI, Samsung dengan OneUI, Asus dengan ZenUI, dan masih banyak lagi. Semua UI (user interface) tersebut pada dasarnya menggunakan OS Android yang dikostumisasi.

Sejak awal kelahirannya, OS Android dipandang sebelah mata dan tidak diperhitungkan. Tidak banyak vendor yang memakai Android sebagai sistem operasi. Disebabkan karena dominasi BlackBerry dan Apple. Dengan berkembangnya ekosistem Google Play, toko aplikasi ( App Store) yang ada di Android, popularitas Android pun meningkat. Dan kini, Android menjadi sistem operasi terbesar, mengalahkan sistem operasi lainnya.

Peran google sebagai pemilik OS dalam perkembangan Android saat ini sangat berperan sekali. Google selalu menampilkan fitur menarik di Android. Fitur-fitur tersebut hadir tidak sekaligus tetapi hadir dengan beberapa versi Android.  Olek karenanya Android yang terkenal itu memiliki beberapa versi.

OS android terdiri dari beberapa versi ,setiap versi android terbaru memiliki nama-nama unik tersendiri dan memiliki beberapa jenis kelebihan mulai dari tampilan hingga optomasi keamanan.
(Kalau kita ingin tahu versi OS Android berapa yg dipakai di HP Android kita: klik Menu Setting –> About Phone, nanti akan terlihat )

Contoh Versi OS Android yang digunakan di dua HP Android 

Nama versi Android memang sangat unik, karena menggunakan berbagai nama makanan manis. Berikut adalah ulasan urutan versi Android pertama hingga versi Android terbaru selengkapnya :

1. Android 1.0 (Astro)

Android 1.0 diperkenalkan pada September 2008. Android versi 1.0 ini adalah pengembangan dari Android Beta yang sudah dikembangkan setahun sebelum peluncurannya. Versi Android 1.0 ini hadir dengan beberapa fitur menarik seperti Android Market (calon Google PlayStore), web browser, Gmail, Gogole Contacts dan Calender, Google Maps, Google Search, dan Google Talk.

Android 1.0 juga sudah mendukung fitur-fitur modern pada eranya. Contohnya fitur untuk memutar video,  notifikasi, voice dialer, pemutar video YoUtube, dan wallpaper. Di versi ini juga, Android sudah mendukung WI-Fi dan Bluetooh.

2. Android 1.1 (Bender)

Android 1.1 merupakan pengembangan dari Android 1.0. Versi ini diluncurkan pada Februari 2009 dan digunakan di HTC Dream, ponsel Android pertama.  Android 1.1 memiliki beberapa fitur tambahan serta perbaikan dari beberapa bug yang muncul di AndrOid 1.0.

Beberapa fitur tambahan di Android 1.1 tidaklah terlalu banyak. Fitur tambahan di versi ini adalah rincian bagi pengguna untuk mencari lokasi bisnis pada Google Maps. Fitur yang lainnya adalah untuk menampilkan dan menyembunyikan panggilan.Terdapat juga fitur untuk melampirkan pesan.  Android 1.0 dan Android 1.1 sendiri belum memiliki nama makanan meskipun Android 1.1 memiliki nama tidak resmi yakni “Petit Four”.

3. Android 1.5 Cupcake

Android 1,5 adalah Versi OS Android yang pertama kali mendapatkan nama makanan manis, yaitu “Cupcake”.  Google memilih nama ini karena versi sebelumnya bernama Alpha dan Beta. Selanjutnya dilanjutkan dengan nama “C” tetapi khas dengan nama makanan.

Android 1,5 Cupcake ini diluncurkan pada April 2009. Versi ini memakai kernel Linux 2.6.27. Di versi ini, Android 1,5 Cupcake sudah mendukung beberapa fitur menarik. Beberapa fitur menarik diantaranya dukungan untuk memutar video MPEG-4 dan 3GP. Fitur lainnya adalah  fitur untuk mendukung keyboard virtual pihak ketiga.

Fitur lainnya yang tidak kalah penting adalah fitur yang memungkinkan pengguna mengunggah video ke YouTube dan mengunggah foto ke Picasa.  Pada versi Android , dihadirkan kemampuan untuk copy paste saat menjelajah internet. Fitur seperti transisi layar animasi, menampilkan foto pengguna pada kontak favorit, dan juga informasi waktu/tanggal log panggilan.

4. Android 1.6 Donut

 

Android 1.6 Donut ini dir pada September 2009 dengan berbagai fitur tambahan. Beberapa fitur utama pada versi ini adalah  pencarian teks dengan lebih sempurna, dan fitur untuk menghapus banyak foto. Di versi ini juga, kemampuan gesture ditingkatkan.

Fitur utama lainnya pada versi ini adalah dukungan teknologi CDMA/EVDO, 802.1x, VPN, dan mesin pengucap teks. Android 1.6 Donut ini juga sudah mendukung layar dengan resolusi WVGA. Sementara di Android Market, ada fitur yang memungkinkan pengguna melihat cuplikan aplikasi.

5. Android 2.0 Eclair

Versi Android berikutnya adalah Android 2.0.. Nama untuk versi ini adalah Eclair, nama yang masih digunakan untuk versi Android 2.0.1 dan Android 2.1 (yang peningkatannya hanya minim saja).  Eclair merupakan sejenis kue sus yang bentuknya memanjang yang biasanya dimakan dengan dicelupkan ke cokelat.

Android 2.0 memiliki beberapa fitur menarik seperti dukungan Bluetooth 2.1, fitur pencairan SMS dan MMS yang tersimpan, dukungan fitur flash pada kamera dan optical zoom. Di versi ini juga, kamera memiliki fitur mode skin, kejernihan, efek warna, dan juga fokus makro.

Android 2.0 juga sudah mendukung sinkronisasi akun e-mail dan kontak. Dukungan e-mail Microsoft Exchange serta live wallpaper juga sudah didukung. Android 2.0 juga mengoptimalkan di sektor UI seperti penelusuran di internet, fitur thumbnail, dukungan berbagai macam resolusi dan ukuran layar, peningkatan performa Google Maps 3.1.2, serta dukungan web berbasis HTML5.

6. Android 2.2 Froyo

Android 2.2. dinamakan Froyo. Android ini diperkenalkan pada 20 Mei 2010. Froyo sendiri adalah singkatan dari frozen yogurt, makanan manis yogurt beku yang dikenal juga di Indonesia. Di versi ini, Android Froyo memperkenalkan banyak fitur menarik.

Android Froyo mendukung beberapa fitur yaitu :

  • Android Cloud to Device Messaging (C2DM)
  • Microsoft Exchange
  • Fungsionalitas USB tethering dan hotspot Wi-Fi.
  • Memungkinkan pengguna untuk pengunggahan berkas pada aplikasi penjelajah web
  • Gesture untuk memperbesar gambar di galeri.
  • Mendukung ponsel dengan kerapatan layar sampai 320ppi
  • Mendukung penjelasan web untuk menampilkan gif
  • Meningkatkan sektor penyimpanan, dan pengoptimalan kinerja
  • Pilihan yang memungkinkan pengguna untuk menghidupkan dan menyalakan data jaringan seluler
  • Mendukung Adobe Flash
  • Mendukung Bluetooth-enabled car dan desk docks
  • Memungkinkan pengguna untuk memesan aplikasi di memori eksternal.

Ada Banyak fitur menarik yang ditawarkan di Android 2,2 ini. Salah satu yang menarik yakni hadirnya fitur untuk update  aplikasi di Android Market secara otomatis. Android 2,2 Froyo juga memiliki beberapa fitur pembaruan.

Fitur pembaruan tersebut hadir lewat Android 2.2.1 untuk perbaikan bug dan peningkatan kinerja. Pada Android 2.2.2, terdapat pembaruan bug minor, termasuk bug SMS pada perangkat Nexus One. Versi Froyo terakhir adalah 2.2.3 yang hadir dengan dua patch keamanan.

7. Android 2.3 Gingerbread

Android 2.3 diberi nama Gingerbread atau roti jahe . Android ini diperkenalkan pada akhir 2010 dengan berbagai fitur tambahan yang membuat sebuah ponsel pintar dengan OS Android tambah pintar. Fitur utama yang dihadirkan di Android ini adalah dukungan bagi resolusi dan ukuran layar ekstra-besar, yakni WXGA dan lebih tinggi.

Di Android Gingerbread juga, diperkenalkan fitur pendukung yang banyak digunakan sampai sekarang. Beberapa diantaranya adalah dukungan NFC atau Near Field Communication. Di versi ini juga, Android telah mendukung sensor barometer dan sensor giroskop. Selain itu, Android Gingerbread sudah mendukung pemutar video WebM/VP8, dan audio AAC.

Android Gingerbread juga memperbarui banyak fitur seperti desain antarmuka pengguna, peningkatan kualitas suara, peningkatan fungsi salin dan tempel, dan yang paling penting adalah dukungan multikamera. Fitur dukungan multikamera maksudnya adalah di Android Gingerbread ini, sebuah ponsel bisa memiliki dua kamera, baik depan maupun belakang.

Android Gingerbread 2.3 memiliki pembauran dari versi 2.3.1 sampai 2.3.7. Pembaruan ini meliputi dukungan untuk video chat dan penggunaan Google Talk, peningkatan daya tahan baterai, dan tampilan animasi bayangan. Beberapa bug juga diperbaiki di versi 2.3.6. Sementara di versi 2.3.,7, tersedia fitur dukungan Google Wallet bagi Nexus S 4G.

8. Android 3.0 Honeycumb

Android 3.0 Honeycumb pertama kali diluncurkan  pada Februari 2011. Sistem Android ini hanya dikhususkan untuk perangkat komputer tablet yang berbasis OS Android. Karena itu, pada masanya tidak ada ponsel pintar yang memakai Android versi 3.0 ini.

Karena mendukung tablet, fitur-fitur yang dihadirkan juga dioptimalkan untuk tablet. Contohnya adalah  antarmuka pengguna virtual baru dan “holografis”. Penambahan system bar, action bar, dan multitasking thumbnail. 

Pembaruan juga berpengaruh pada UI di Android ini. Contohnya fitur UI untuk kontak dan UI untuk surel.  Di Android Honeycomb juga, diperkenalkan fungsi copy paste yang lebih sederhana serta dukungan akselerasi perangkat keras. Di versi ini juga, Android kini bisa berjalan dengan prosesor multi-core.

Android Honeycumb juga memiliki beberapa pembaruan sederhana seperti Android Honeycumb 3.1 Di versi ini, terjadi perbaikan pada tampilan UI, dukungan aksesoris via USB, perubahan widget layar, dukungan perangkat eksternal seperti keyboard portable dan joystick atau gamepad. Di versi ini juga, Android Honeycumb 3.1  sudah mendukung pemutar audo FLAC.

Di vesi Android  3.2 Honeycumb, Google membenamkan dukungan untuk Google TV generasi pertama. Di versi ini pula, dukungan resolusi layar lebih dioptimalkan. Selain itu, terjadi juga beberapa peningkatan di sektor lain. Pembaruan juga hadir pada versi 3.2.1 sampai 3.2.6. Pembaruan ini lebih kepada peningkatan fitur dan perbaikan bug.

9. Android 4.0 Ice Cream Sandwich

Android 4.0 dinamakan dengan nama Ice Cream Sandwich . Android versi ini merupakan pembaruan dari Android Gingerbread untuk smartphone. Karena itu, OS Android yang pertama kali dirilis pada 19 Oktober 2011 memiliki kompabilitas dengan Android 2.3 Gingerbread.

FItur-fitur yang ditawarkan Android Ice Cream Sandwich beragam dan banyak disukai oleh para pengembang aplikasi pihak ketiga. Pasalnya, di versi ini, banyak hal baru yang Gingerbread ditawarkan termasuk untuk mengubah “launcher” yang tentunya membuat banyak pengembang menghadirkan berbagai “launcher” di Android.

Fitur-fitur penting lain yang ditawarkan oleh Android Ice Cream Sandwich diantaranya adalah pembuatan folder yang lebih gampang dengan cara drag-and-drop, peningkatan fitur suara, dan fitur screenshot dengan cara menekan dan menahan tombol daya dan volume-turun secara bersamaan. Fitur yang terakhir disebutkan jelas satu keunggulan yang banyak digunakan sampai sekarang.

Fitur lainnya yang penting dari Android Android Ice Cream Sandwich adalah akses aplikasi langsung dari “lock screen”, dukungan face unlock, hadirnya peramban Chrome sebagai peramban bawaan, fitur pembatasan penggunaan data seluler, fitur untuk menghentikan aplikasi yang memakai data di background, dukungan berbagai mode kamera, hadirnya pengedit foto bawaan, dan dukungan rekaman video 1080p.

Android 4.0 Ice Cream Sandwich memiliki pembaruan sederhana yakni Android 4.0.3 dan Android 4.0.4. Kedua versi ini menghadirkan beberapa peningkatan untuk sektor API, peningkatan fungsionalitas, peningkatan kemampuan kamera, dan perbaikan beberapa bug.

10. Android 4.1, Android 4,2, Android 4.3 Jelly Bean

Versi Android penerus Ice Cream Sandwich adalah Android 4.1 Jelly Bean . Meskipun memakai varian angka 4, tetapi Android Jelly Bean adalah OS Android yang memiliki peningkatan fitur yang cukup banyak. Beberapa fitur menarik dihadirkan di OS Android Jelly Bean dan membuat OS Android semakin pintar.

Beberapa fitur utama yang hadir di Android 4.1 Jelly Bean diantaranya adalah peningkatan antarmuka yang lebih halus, keyboard yang bisa dimodifikasi, dukungan bahasa lain, fitur untuk mematikan notifikasi pada aplikasi tertentu, peningkatan aplikasi kamera, audio multichannel, dan juga dukungan transfer data Bluetooth bagi Android Beam.

Android 4.1 Jelly Bean menghadirkan beberapa peningkatan untuk layanan Google. Beberapa diantaranya adalah peningkatan pencarian suara, peningkatan foto kontak Google+ dengan resolusi tinggi, Google Chrome sebagai bawaan, dan hadirnya aplikasi pencarian Google Now. Oh yah, di versi ini juga hadir fitur widget aplikasi tanpa akses root.

Android Jelly Bean mempunyai  dua versi peningkatan yaitu Android 4.2 dan Android 4.3.  Di Android 4,2 ada banyak peningkatan seperti perbaikan bug, perbaikan tampilan antarmuka, dan juga perbaikan aksesibilitas. Perbaikan aksesibilitas seperti pan and zoom dengan dua jari atau ketuk-tiga kali untuk untuk memperbesar seluruh layar.

Di Android 4.3, banyak sekali peningkatan fitur. Beberapa diantaranya adalah dukungan grafis untuk main gim memakai OpenGL ES 3.0, dukungan resolusi 4K, dukungan native emoji, perubahan DRM API, dan beberapa peningkatan kemampuan.

11. Android 4.4 KitKat

Android 4.4 dinamakan android KitKat, yang meneruskan abjad setelah Jelly Bean dan mempertahankan makanan manis. Kitkat sendiri adalah merek coklat ternama. Penamaan OS Android ini sudah seizin Nestlé dan Hershey, sebagai pemilik merek Kitkat.

OS Android kitkat ini diperkenalkan pada 3 September 2013. Versi ini memiliki versi 4.4.  Di versi ini, Android 4.4 Kitkat hadir dengan berbagai fitur menarik. Contohnya adalah tampilan antarmuka yang lebih baru dengan bar status, navigasi dengan tampilan transparan pada layar depan, webviews berbasis Chromium, dukungan Bluetooth Message Access Profile, dan peningkatan tampilan mode layar penuh.

Android 4.4 Kitkat juga menghadirkan fitur untuk mengoptimalisasikan pada perangkat dengan spesifikasi yang lebih rendah. Selain itu, ada fitur kerangka kerja baru transisi UI dan aktivitas layar yang terintegrasi. Ada juga fitur infrared dan mesin virtual eksperimental baru.

12. Android 5.0 Lolipop

Setelah abjad K tentulah  abjad L. Demikian juga dengan penamaan google. Dan Google memilih nama Lolipop sebagai nama Android selanjutnya untuk versi 5.0. Penamaan Lolipop sekaligus menegaskan kalau Android konsisten memberikan penamaan nama makanan manis.

Android 5.0 Lolipop diperkenalkan pada 25 Juni 2014 pada acara konferensi pengembang Google I / O. Di OS Android ini, Google memperkenalkan konsep desain yang disebut “material design”. Desain ini mengacu pada tampilan antarmuka dan bentuk ikon yang lebih segar. Hal ini terlihat dari bentuk desainnya yang lebih meningkat dari layout berbasis grid dengan animasi dan transisi responsif,

Android 5.0 Lolipop hadir dengan desain yang memiliki efek kedalaman seperti pencahayaan dan juga bayangan. Selain soal desain, Android 5.0 Lolipop juga hadir dengan dukungan 64-bit ART compiler. Android 5.0 Lolipop  juga mendukung fitur yang dinamakan Project Volta. Project Volta. ini adalah sebuah fitur yang berfungsi untuk meningkatkan dan mengoptimalkan daya hidup baterai 30% agar tahan lebih tahan lama.

Android 5.0 Lolipop menghadirkan fitur yang sangat berguna yakni ‘factory reset protection’. Fitur ini adalah fitur yang mampu memproteksi smartphone agar tidak bisa diatur ulang. Jadi ketika smartphone hilang dan akan diatur ulang, smartphone akan memintar akun google dan kata sandi.

13. Android 6.0 Marshmallow

Android selanjutnya setelah Lolipop adalah Android Marshmallow dengan versi 6.0. OS Android ini hadir dengan beberapa fitur menarik salah satunya adalah tidak otomatisnya sebuah aplikasi untuk memiliki hak akses. Hal ini berarti, ketika sebuah aplikasi yang butuh akses kontak, penyimpanan, dan lainnya harus meminta izin secara manual kepada penggunanya.

Dengan tidak diaktifkannya hak akses secara otomatis, pengguna bisa memilih untuk memberikan izin atau menolak untuk memberikan hak akses. Izin aplikasi yang sudah tidak otomatis ini berlaku untuk semua aplikasi yang dikompilasi untuk Marshmallow. Untuk beberapa aplikasi tertentu, izin hak akses tetap otomatis.

Android Marshmallow memiliki fitur yang dinamakan Doze. Fitur ini memungkinkan smartphone Android bisa mengelola daya lebih efektif berkat pengurangan aktivitas aplikasi yang berjalan di background. Di Android Marshmallow juga kini sudah mendukung pengenalan sensor sidik jari dan dukungan USB Type-C.

14. Android 7.0 Nougat

Ssistem operasi Android selanjutnya setelah Marshmallow adalah Nougat. Sistem operasi ini hadir dengan versi 7.0. OS Android ini hadir dengan pembaruan sistem operasi Android yang tergolong besar. Pasalnya, ada banyak fitur menarik yang ditawarkan oleh OS Android ini. Beberapa fitur yang hadir adalah sebagai berikut.

  • Memungkinkan layar untuk zoom
  • Mendukung unicode 9.0 emoji dan skin modifier support 
  • Munculnya fitur “Clear All”
  • Mendukung Daydream virtual reality platform (VR interface)
  • Opsi “Quick Settings” yang lebih banyak
  • Fitur  untuk beralih aplikasi dengan menekan ganda
  • Vulkan 3D rendering API
  • Hadirnya fitur Mode Data Saver baru, yang memungkinkan aplikasi mengurangi pemakaian bandwidth
  • New JIT Compiler, fitur yang memungkinkan pemasangan aplikasi 75 persen lebih cepat

Android Nougat juga memiliki versi pembaruan yang terdiri dari Android 7.1, Android 7.1.1, dan Android 7.1.2. Android 7.1, hadir dengan berbagai fitur yang cukup banyak seperti dukungan cahaya malam, penyisipan gambar keyboard, Mode VR Daydream, dan sebagainya. Android 7.1.1 dan Android 7.1.2 juga hadir dengan berbagai fitur perbaikan terutama untuk perangkat Nexus.

15. Android 8.0 Oreo

Android versi 8.0 dinamakan Oreo. Oreo jadi merek coklat kedua setelah KitKat, yang digunakan Google untuk nama OS Androidnya. Saat artikel ini dibuat, ada banyak perangkat ponsel baru yang hadir dengan OS Android Oreo.

Ada banyak fitur yang menarik dari OS Android Oreo ini . Beberapa fitur penting yang ada di Android 8.0 Oreo ini adalah :

  • Fitur Background Limit yang bakal membatasi aktivitas aplikasi yang ada di belakang layar (background).
  • Picture in Picture, yakni fitur yang memungkinkan aplikasi bisa berjalan bersamaan. Contohnya menonton video Youtube sambil membuka chat WhatsApp.
  • Notification Dots, fitur berupa titik kecil di atas ikon aplikasi yang menunjukan notifikasi yang belum dibaca.
  • Android Instant Apps, fitur yang memungkinkan aplikasi dapat dijalankan dari browser. 
  • Peningkatan keamanan Google Play Store
  • Hadirnya 60 emoji baru yang tersedia di Android Oreo.

Android Oreo juga hadir dengan pembaruan Android 8.1 Oreo. Pembaruan ini menghadirkan operasi yang dinamakan Android Oreo Go Edition, sebuah sistem operasi bernama Android Go yang ditujukan untuk ponsel dengan spesifikasi lebih rendah. Fitur lainnya yang menarik di Android 8.1 Oreo adalah perubahan tombol ‘Power Off’ and ‘Restart’ yang muncul dengan tombol yang melayang (floating).

16. Android 9.0 Pie

OS Android berikutnya adalah Android 9.0 yang dinamakan Android Pie.eo. Di Android Pie ini ada banyak fitur menarik, salah satunya adalah fitur untuk smartphone yang memakai notch. 

Fitur yang pertama adalah hadirnya smart reply dari notifikasi. Fitur ini memungkinkan pengguna smartphone dengan OS Android Pie bisa memilih notifikasi yang muncul dari aplikasi tertentu atau memblokirnya. Fitur lainnya adalah mode Lockdown. Fitur ini berfungsi untuk mengunci perangkat dan tidak menampilkan notifikasi.

Fitur lainnya adalah fitur untuk mengedit gambar screenshot. Ada juga fitur dengan navigasi berbasis gesture. Fitur ini dihadirkan agar pengguna bisa lebih mudah dengan hanya sentuhan jari ke kanan atau ke kiri. Persis seperti navigasi gesture yang ada di iOS.

Di Android Pie terdapat fitur yang dinamakan Adaptive Battery. Fitur ini memungkinkan sistem memakai kecerdasan buatan (AI) untuk membaca pola pemakaian baterai pada sebuah aplikasi, termasuk kapan waktu digunakan. Hal ini akan berimbas aplikasi yang memakai baterai dengan tenaga besar akan mendapat prioritas.

Google pada Android Pie ini menghadirkan pula tampilan antarmuka grafis, termasuk untuk quick setting dan tray notifikasi. Tampilan antarmuka yang lebih baru ini menghadirkan white space dan sudut membulat. Selain itu, bagian pengaturan kini hadir dengan ikon yang lebih berwarna-warni.

17. Android 10

Dimulai dari Android 10, Google tidak menggunakan nama hidangan manis lagi tetapi dengan angka saja.

Sistem operasi yang awalnya bernama Android Q ini memiliki beberapa fitur menarik. Salah satunya Dark Mode yang memungkinkan layar menjadi gelap. Fitur ini diklaim dapat menghemat baterai ponsel.

Ada juga fitur yang memungkinkan Anda membuat caption pada video yang dibuat, layaknya subtitle pada film. Menariknya fitur ini tidak membutuhkan akses internet.

Sound Amplifier adalah fitur yamg lainnya dari Android 10 yang bisa digunakan untuk mengurangi suara yang  mengganggu saat membuat video. Ada juga fitur Smart Reply yang memungkinkan Anda untuk membalas pesan tanpa perlu keluar dari aplikasi yang sedang digunakan.

Fitur yang bermanfaat di Android 10 adalah Family Link. Fitur ini memungkinkan orang tua dapat mengontrol penggunaan gadget anak-anak atau remaja. Tingkat keamanan juga ditingkatkan di Android 10.

Fitur lainnya adalah fitur untuk mengubah notifikasi ponsel. Misalnya soal lampu layar agar tidak menyala ataupun menghilangkan suara ponsel ketika terdapat notifikasi masuk. Ada juga Gesture Swipe yang leih baru dan izin permisi akses yang lebih ketat.

18. Android 11

Android 11 dirilis Google pada tahun 2020. OS ini menghadirkan berbagai fitur menarik seperti Bubbles, Conversation Notifications, Voice Access, Media Control, Device Control, One Time Permission, Background Location, Permission Auto-reset, Scoped Storage, dan sejumlah pemolesan di sisi desain.

Fitur yang menarik adalah fitur notiifkasi. Notifikasi kini dapat dikumpulkan menjadi satu berdasarkan aplikasi yang digunakan. Selain itu, ada fitur untuk melihat riwayat notifikasi, alias memungkinkan Anda menengok notifikasi yang sudah lewat.

Notifikasi juga diatur menjadi dua kategori. Ada notifikasi utama dan notifikasi kategori prioritas. Notifikasi prioritas akan muncul paling atas dibandingkan notifikasi utama.

Android 11 dilengkapi pula dengan fitur perekaman layar. Ada juga fitur rekomendasi aplikasi dan pengontrol smart home. Mode yang paling menarik adalah mode “Do not disturb” yang memungkinkan Anda mengontrol percakapan yang kurang penting.

Pada Android 11 ini juga hadir fitur izin permisi aplikasi yang lebih ketat. Di Android 11, izin permisi aplikasi menjadikan ponsel lebih aman. Pasalnya, opsi ini memungkinkan Anda hanya memberikan akses sementara ke kontak, kamera lokasi, atau mikrofon ponsel.

Ada juga fitur Media Control yang fungsinya mirip seperti AirPlay pada Control Center iOS. Android 11 juga menawarkan emoji baru dan fitur dark mode yang dapat dijadwalkan.

Pada OS Android 11 ini juga mempunyaai fitur penyematan aplikasi atau item tertentu di menu bagikan. Kehadiran ini untuk mempermudah pengguna yang sering berbagi hal apapun ke teman tertentu. Ada juga fitur ke mini gim.

Android 11 juga menawarkan Picture-in-picture dengan mengatur ukuran tertentu dan dapat dipindahkan pada posisi tertentu. Dan yang menarik, Android 11 menawarkan kemampuan tangkap layar atau screenshot panjang.

19. Android 12

Android 12 adalah OS yang sedang dipersiapkan oleh Google. Versi pertama developer preview OS ini sudah diluncurkan oleh Google.

Dalam versi developer pertama ini, Android 12 memiliki beberapa fitur baru dan peningkatan. Ada tiga fitur baru yang cukup signifikan yang ada pada Android 12 versi developer preview ini yang tidak ada pada Android 11.
Pengguna yang ingin mencoba Android 12 versi developer ini bisa mengunduh melalui link ini.
Yang perlu diperhatikan, bahwa fitur yang ada pada versi developer preview ini belum final. Yang berarti, Android 12 versi developer ini masih akan mempunyai banyak bug. Walaupun demikian, Android 12 versi developer ini memperlihatkan kepada kita fitur-fitur apa saja yang akan dimiliki sistem operasi tersebut.
Ada tiga fitur peningkatan yang dimiliki Android 12 dan tidak ada di Android 11.

  1. Fitur PrivasiGoogle mengadakan sejumlah fitur privasi baru ke dalam aplikasi agar pengguna lebih banyak mempunyai transparansi dan kontrol terhadap data pribadi mereka.Google juga membuat pembaruan lain yang mencakup penggunaan Cookie di situs web. Ada Desain dan Widget Baru Cookie merupakan data berisi rekam jejak aktivitas online pengguna selama berkunjung di suatu situs web.Pengguna di Android 12 diberikan lebih banyak informasi, kontrol, dan transaparansi atas bagaimana cookie dapat digunakan di seluruh situs. Selain itu, Google juga mengubah sedikit desain dari kotak perizinan aplikasi ketika ingin mengakses data (lokasi, mikrofon, kamera, dan sebagainya) di ponsel pengguna dengan menambahkan opsi “Allow in setting”.2. Desain notifikasi baru

    Andoid 12 juga membawa perubahan pada desain notifikasi, agar notifikasi menjadi lebih modern dan fungsional. Google juga menyematkan tombol baru “snooze” pada notifikasi. Tombol ini memungkinkan pengguna untuk menunda notifikasi dengan pilihan durasi satu jam, dua jam, 30 menit, atau 15 menit.
    Di fitur “snooze” ini, pengguna juga bisa membatalkan pengaturan penundaan dengan mengklik pilihan “undo”.

    Masih pada aspek notifikasi, pengguna juga diberikan pilihan untuk mengaktifkan “adaptive notifications ranking”. Pilihan ini memungkinkan Android 12 dapat mengatur bagaimana notifikasi ditampilkan berdasarkan interaksi pengguna dengan aplikasi di ponselnya. Jika pengguna tidak suka, pengguna bisa menset ulang peringkat tersebut.

    3. Mode satu tangan

    Android 12 juga menyematkan beberapa perubahan desain antarmuka untuk memudahkan pengoperasian ponsel Android dengan satu tangan. Pada one-handed mode, antarmuka Android 12 akan mengecil secara vertikal ke bagian bawah layar ponsel. Jika ingin kembali ke mode normal, pengguna tinggal mengusap ke atas atau mengetuk bidang kosong di atas bilah one-handed mode yang sedang berjalan.

    Android 12 juga meningkatkan fitur bernama “Silky Home” pada mode satu tangan ini. Fitur ini terlihat memberikan ruang kosong di bagian atas layar sehingga item-item pada halaman yang sedang di buka berada di posisi lebih bawah. Hal ini menjadikan ponsel dapat lebih mudah di akses dengan satu tangan.

    Rencananya, Google masih akan meluncurkan versi developer tahap 2 dan 3 pada bulan Maret dan April 2021. Kemudian, Google berencana akan meluncurkan Android 12 versi beta dalam kurun waktu Mei hingga Agustus 2021 ini.

Demikianlah berbagai macam Versi OS Android yang ada, agar setidaknya kita tahu nama-nama OS Android yang pernah ada dan yang masih digunakan hingga sekarang .

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *